Sabtu, 01 Desember 2018

Remen Room Bed and Breakfast - A Simply and Homey Hotel in Yogyakarta

Remen Room Bed and Breakfast - A Simply and Homey Hotel in Yogyakarta

Kuliner - Maraknya penginapan baru yang bermunculan di Yogyakarta memberi banyak pilihan bagi wisatawan untuk menentukan tempat tinggal selama liburan di sana. Mulai dari hotel jaringan hingga penginapan dengan konsep-konsep unik pun hadir di Kota Gudeg. Adalah Remen Room and Breakfast, sebuah penginapan unik, berlokasi di sekitar area kampus besar di Jogja yang layak untuk dicoba jika sedang berada di Kota Pelajar.

Awal mula berkenalan dengan penginapan ini ketika saya iseng scrol-scrol daftar penginapan murah di laman Agoda. Kemudian bertemulah saya dengan Remen Room Bed and Breakfast Yogyakarta.


Tampilan foto-foto yang dipajang di laman pemesanan hotel online tersebut sangat memikat hati saat pandangan pertama. Kemudian berlanjut membaca ulasan-ulasan tamu yang pernah menginap di sana. Rata-rata hampir semua tamu memberikan komentar positif tentang penginapan tersebut.

Hari demi hari pun berlalu, hingga akhirnya saya memiliki waktu luang untuk mlipir sejenak ke Kota Jogja. Ah, selalu ada kerinduan untuk kembali menyambangi kota ini. 

Kesan pertama saat memasuki area parkir di Remen Room and Breakfast ini adalah ....... ini hotel  cukup instagram-able banget yak ! Persis seperti foto-foto yang dipasang di laman pemesanan hotel online yang saya lihat tempo hari!


Ya, aksen tanaman gantung yang menjulur jatuh dari atas bak tirai berpadu cantik dengan ruangan berdinding kaca di area resepsionis. Deretan meja dan kursi kecil yang ditata di depan ruangan semi outdoor ini membuat siapa saja pasti kepengen untuk mengambil gambar sebagai stok feed instagram ! Benar-benar penataan yang fotogenik.

Oke, puas mengagumi bagian halaman tengah, saya pun berjalan memasuki ruangan resepsionis untuk mengkorfirmasi pesanan. Tak butuh waktu lama, resepsionis pun segera mengkorfirmasi pesanan. Oh iya, setiap  tamu yang akan menginap diwajibkan untuk meninggalkan identitas diri (KTP, SIM atau paspor) sebagai jaminan.

Bersama resepsionis yang bertugas, saya berjalan di antar menuju kamar, melewati  area open kitchen dan menaiki tangga yang tak seberapa lebar menuju lantai dua. Saya mendapatkan kamar nomor 12, salah satu kamar dengan view paling cantik di sana. Pemandangan "taman gantung" di halaman tengah dapat dinikmati secara langsung dari depan pintu kamar.

"Hmmm,,, salah satu kamar paling premiun dari 13 buah kamar yang disediakan oleh penginapan nih", gumam saya dalam hati.

Ruangan Kamar
Kesan pertama memasuki kamar adalah bersih dan terasa minimalis. Ruang kamar tipe bisnis yang saya pesan memang tak seberapa luas. Terdiri dari satu buah bed ukuran queen, meja kerja, televisi layar datar, closet area, pendingin ruangan, dan kamar mandi. Dinding kamar dicat warna putih polos tanpa banyak tambahan aksesoris.


Walaupun terkesan sederhana, namun masih terasa cukup artsy. Hal ini bisa dilihat dari detail-detail kecil seperti Cara Merawat Motor dan pemberian bantal yang diberi cover motif batik, sehingga nuansa di area bed yang didominasi warna putih tidak terasa plain.

Bagian headboard kasur terbuat dari kayu dengan bentuk abstrak lalu diberi cat dasar putih kusam membuat kesan vintage. Pun begitu pula finishing warna pada meja kerja, meja rias, bahkan hingga kusen pintu, semua dikerjakan dengan teknik pengecatan yang sama sehingga menimbulkan kesan vintage di dalam ruangan.

Pemilihan ukuran furniture pun terasa pas, memberikan kesan ruangan menjadi terasa cukup lega saat tinggal di dalamnya walaupun ukuran ruangan kamar cukup kecil.


Hanya saja, ada hal yang kurang menurut saya, yaitu pendingin ruangan kurang bekerja cepat. Apalagi saat saya datang ketika udara Jogja sedang panas-panasnya. Harus menunggu beberapa saat baru ruangan terasa dingin.

Kekurangan lainnya bagi saya adalah tidak disediakannya kursi di meja kerja. Cukup mengganggu, apalagi jika harus ndelosor alias rebahan di kasur sambil bekerja di depan laptop dalam jangka waktu agak lama. Akhirnya saya pun memilih mengerjakan pekerjaan di bagian resto karena posisi duduk jauh terasa lebih nyaman.

Kamar Mandi dan Toilet
Ruangan kamar mandi dan toilet pun juga minimalis.  Ukuran ruangan tidak terlalu luas namun terkesan cukup lega. Toilet, shower area dan wastafel terletak di dalam satu ruangan tanpa diberi sekat. Jika Anda tipe orang yang mandinya "cukup heboh", air akan muncrat ke mana-mana. Tapi tenang, exhaust fan di dalam kamar mandi bekerja cukup baik kok, jadi ruangan cepat kering.



Saluran pembuangan air berjalan dengan lancar tanpa ada kendala mampet, jadi tak parlu khawatir jika kamar mandi banjir setelah digunakan. Air panas dan air dingin berjalanan dengan baik. Toiletries juga lengkap, ada sabun mandi, shampo, sikat dan pasta gigi, handuk, serta tisue toilet sudah tersedia. Kebersihan kamar dan toilet pun dijaga dengan maksimal sehingga noda kerak ataupun lumut tidak terlihat.

Menu Sarapan
Rasa-rasanya, hampir susah menemukan penginapan dengan rate 200-ribuan yang sudah termasuk layanan sarapan. Salah satu hal yang saya suka di Remen Room and Breakfast Yogyakarta ini adalah menu sarapan yang disajikan. Menunya memang sederhana, hanya menyajikan roti dan masakan rumahan saja. Namun, pilihan lauk dan sayurnya cukup banyak. Tidak pelit seperti penginapan lain dengan rate yang sama, di mana rata-rata mereka hanya memberi pilihan menu roti atau nasi goreng sebagai sarapan.




Menu sarapan di penginapan ini berganti-ganti setiap harinya (pengalaman saya menginap beberapa malam di sini). Mereka menyediakan masakan Jawa sebagai menunya. Ada oseng-oseng, orek tempe, terong balado, bihun goreng, telur dadar, bandeng goreng, bakwan jagung, sayur lodeh, dan sebagainya. Pokoknya menu masakan rumahan banget lah. Rasanya pun cukup enak, tidak terlalu manis, pas untuk lidah orang Jawa seperti saya.

Lokasi Penginapan
Remen Room and Breakfast memiliki lokasi yang menyenangkan, yaitu berada di Jalan Kompleks Colombo No. 35 Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Berada di area perkampusan besar seperti UNY, Sanata Dharma, dan UGM, serta pusat kuliner dan tempat nongkrong anak muda Jogja.

Banyak cafe, restoran, serta sentra kuliner di sekitar penginapan, jadi tak perlu khawatir jika kelaparan melanda. Mau ke Malioboro pun juga relatif dekat. Cukup menempuh perjalanan sekitar 10-15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Akses menuju stasiun dan bandara pun cukup mudah dijangkau.

Jika memasuki malam hari suasana penginapan juga tenang. Tidak berisik sehingga nyaman untuk beristirahat.

Kenapa Harus Mencoba Staycation Di Sini?
Sebagai orang yang introvert, saya merasa sangat nyaman tinggal di penginapan ini. Suasananya tenang, tak terlalu banyak tamu yang lalu-lalang, plus fasilitas penginapan yang dapat mengakomodir kebutuhan saya selama menginap di sini.

Di lantai bawah terdapat angkringan dan rumah makan kecil. Di saat saya merasa lapar dan malas pergi keluar, saya pun tinggal turun ke bawah, menuju kitchen area untuk memesan makanan. Pilihan menu yang ditawarkan adalah masakan Indonesia, seperti nasi goreng, nasi ayam dan sebagainya. Harganya pun cukup ekonomis dengan porsi yang besar untuk ukuran sebuah penginapan.

Saat saya ingin memakan camilan, saya pun tinggal turun dari kamar lalu menuju bagian halaman depan penginapan. Di sini ada toko kecil yang menjual beraneka macam camilan dan kletikan serta minuman ringan. Harga yang dibandrol pun tergolong murah, cocok untuk isi kantong saya.



Jika bosan di kamar, saya pun bisa beranjak menuju balkon area. Di sini para pengunjung bisa menikmati makanan yang dipesan, menyelesaikan pekerjaan atau sekedar membunuh waktu untuk membaca buku. Ssstttt....mereka juga menyediakan beberapa buku di area balkon ini untuk dibaca oleh pengunjung lho !

Bagi saya, Remen Room Bed and Breakfast ini menyediakan paket lengkap untuk sekedar leyeh-leyeh mencari suasana baru. Ingin santai-santai di kamar pun oke, kalau lapar tinggal pesan makanan di area bawah, ingin menyantap camilan tinggal masuk ke toko depan, bosan dengan suasana kamar ya tinggal naik ke balkon di lantai dua.


Butuh teh atau kopi panas dan camilan ringan? Penginapan ini menyediakannya secara gratis, 24 jam, dan para tamu pun bebas membuat teh atau kopi sendiri. Kita tinggal datang ke bagian resepsionis. Di sana sudah tersedia ruang pojok khusus untuk menyeduh kopi maupun teh. Lumayan lah untuk teman begadang tanpa harus mengeluarkan ongkos lagi untuk membeli minuman hangat.

Walaupun tidak ada fasilitas kolam renang maupun jasa spa, namun fasilitas yang ditawarkan di Remen Room Bed and Breakfast ini sudah memenuhi kebutuhan saya selama tinggal di penginapan ini.

Staf yang bekerja di sana pun juga ramah dan helping banget. Keluhan penghuni kamar ditangani dengan cepat. Harga yang kita bayarkan dengan pelayanan yang diberikan sebanding lah.

Jika kalian sedang mencari refrensi penginapan dengan harga yang cukup terjangkau di Jogja, saya akan meromendasikan Remen Room Bed and Breakfast ini untuk menjadi pilihan akomodasi selama kalian berada di Kota Gudeg ini.

notes :
Saya sudah menginap beberapa kali di penginapan ini dan mencoba berbagai tipe kamar. Tipe bisnis dan superior adalah tipe paling minimalis menurut saya (saya pernah menginap di kamar nomor 12 dan 4). Luas kamar memang lebih kecil dibanding tipe lainnya. Plus tidak adanya kursi di area meja kerja menjadi salah satu kekurangan menurut saya.

Sedangkan jika ingin mendapat kamar yang lebih luas, kalian bisa memesan ruangan dengan tipe duluxe dan balcony suites adalah pilihan tepat. Di ruangan ini sudah disediakan kursi di area meja kerja. Namun di ruangan tipe duluxe (kamar no 10 yang saya tempati), posisi meja dan kursi kurang proporsional jika digunakan untuk bekerja dalam waktu agak lama karena posisi meja terlalu tinggi.

Oh iya, sepertinya tempat tidur yang disediakan di penginapan ini semua berjenis single bed, tidak ada fasilitas twin bed. Ada fasilitas bed tambahan juga dengan menambah biaya sekitar Rp 60.000,00 per-bed per-person sudah termasuk sarapan juga.

Overall fasilitas yang ada di dalam kamar sama kok. Hanya detail-detail kecil seperti fasilitas kursi dan luas ruangan saja yang sedikit membedakan antara kamar satu dengan yang lain.

keterangan :
Remen Room and Breakfast Yogyakarta
Jalan Kompleks Colombo No. 35 Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp (0274) 512604 / 4547450
website >> https://remenroom.com/
Rate harga mulai dari 250-350-ribuan rupiah (tergantung season)

0 komentar:

Posting Komentar